Friday, August 27, 2010

Petunjuk Keamanan Pengoperasian Genset

1. Mengoperasikan dengan benar

Jalankan mesin sesuai dengan petunjuk yang di berikan dalam buku petunjuk pengoperasian genset. Jangan menjalankan mesin jika tidak mengetahui dengan baik perihal pengoperasian genset. Pastikan bahwa operator genset mengetahui cara cara pengoperasian yang benar. Berilah penjelasan yang detail sesuai dengan buku petunjuk.

2. Jauhkan genset dari tempat yang basah

Menjalankan genset di tempat yang langsung terkena hujan, lembab atau genangan air dapat beresiko untuk terjadinya sengatan listrik. Dianjurkan untuk memasang grounding pada genset dan beban.

3. Lingkungan sekitar genset.

Jangan meletakkan barang barang yang tidak penting di sekitar genset. Genset harus di letakkan pada tempat yang permukaannya rata dan cukup keras.

4. Jagalah kebersihan genset

Genset harus di jaga dengan baik dan anggaplah sebagai partner dalam bisnis anda. Rawatlah genset anda agar selalu dalam keadaan bersih. Jangan biarkan kebocoran kebocoran yang terjadi berlangsung lama, dan bersihkan debu dan kotoran yang menempel pada radiator.

5. Lakukan perawatan genset secara teratur.

Rawatlah genset dengan baik dan ikuti petunjuk pada buku manual genset. Pakailah bahan bakar dan oli pelumas sesuai dengan yang di sarankan oleh pabrik pembuat mesin. Gantilah sparepart yang original agar genset anda dapat beroperasi dalam jangka waktu lama dan lancar.

6. Perhatikan sirkulasi udara.

Jika genset dioperasikan di dalam ruangan, maka harus di buat ventilasi udara yang baik. Jauhkan gas buang mesin dari manusia dan hewan piaraan. Udara panas dari radiator juga harus di keluarkan langsung melalui ducting atau cerobong dan tidak boleh ada aliran balik agar mesin tidak panas.

7. Matikan mesin segera jika ada kejadian yang tidak normal.

Jika genset di ketahui beroperasi secara tidak wajar atau menunjukkan ketidak normalan seperti getaran yang tinggi, suara yang kasar, atau tersendat sendat maka segera matikan mesin dan perbaiki masalahnya secepat mungkin.

8. Merawat kabel kabel instrumen dengan teratur.

Kerusakan kabel kabel instrument dapat berakibat dengan fatal dan dapat membahayakan manusia. Segera perbaiki atau ganti jika ditemukan ada kabel yang terkelupas, sambungan kabel yang kendor, atau jika tercium kabel yang terbakar.

9. Hindari beban lebih atau overload

Generator di berikan sebuah circuit breaker untuk pengaman beban lebih, yang mana akan bekerja jika terjadi kelebihan beban. Jika hal ini terjadi maka harus dilakukan pengurangan beban pada genset tersebut.

10. Jangan sentuh terminal output

Jangan sentuh terminal output pada saat genset beroperasi karena dapat menimbulkan sengatan listrik. Putuskan circuit breaker apabila akan melakukan instalasi kabel power.

11. Pasanglah kabel dengan baik dan benar.

Kabel power harus terpasang dengan benar untuk menghindari hubungan singkat. Kencangkan setiap kabel yang di pasang dan jangan sampai kendor karena bisa berbahaya.

12. Berhati hatilah terhadap kebakaran.

Bahan bakar dan minyak pelumas adalah bahan yang mudah terbakar. Jagalah jangan sampai minyak berceceran di sekitar genset. Jagalah kebersihan di bagian dalam ruangan genset. Jauhkan genset dari lingkungan kerja yang banyak menggunakan api.

Saturday, July 10, 2010

Panel DC Genset

Secara umum, panel ini berfungsi untuk menghidupkan dan mematikan mesin secara manual. Posisi panel biasanya tertempel pada mesin dengan landasan karet mounting
agar getaran-getaran mesin tidak mempengaruhi komponen-komponen pada panel tersebut.
Berbagai komponen yang berhubungan dengan sistem kerja panel DC yang terpasang pada tubuh mesin meliputi :
1. Motor starter
Motor starter akan menggerakkan roda gigi gila dan akan menghidupkan mesin.Apabila mesin sudah hidup, maka motor starer inipun akan berhenti bergerak.
2. Solenoid
Ada berbagai macam bentuk solenoid. Masing-masing mempunyai sistem dan cara kerja yang berbeda-beda tergantung daripada sistem fuel dari mesin tersebut. Secara umum sistem fuel ada dua macam, yaitu tarik hidup dan tarik mati. Tarik hidup berarti bahwa solenoid bekerja untuk membuka sistem fuel atau membuka arus bahan bakar, sedang tarik mati berarti solenoid bekerja untuk menutup sistem fuel atau menutup arus bahan bakar. Dua perbedaan inilah yang juga akan membedakan sistem wiring dari panel DC tersebut.
3. Dinamo Starter.
Dinamo starter berfungsi untuk mengisi atau mencharge accu supaya accu selalu dalam kondisi yang maksimal sehingga semua kompoen-komponen yang menggunakan arus DC dapat berjalan dengan norml. Dinamo starter berputar dengan perantaraan v-belt yang di hubungkan poros utama pada mesin. Semula arus yang keluar pada dinamo ini adalah arus bolak balik atau AC kemudian di searahkan melalui Dioda.
4. Oil pressure sender.
Oil pressure sender berguna untuk mendeteksi tekanan oli yang beredar pada saat mesin di jalankan. Peralatan ini akan mengirim sinyal kepada oil pressure gauge atau metering oil pressure, sehingga kita bisa membaca tekanan oli tersebut. Tekanan oli tergantung dari putaran mesin. Pada putaran nominal, tekanan oli adalah 4-5 bar{kg/cm2}.
5. Oil pressure switch
Komponen ini akan bekerja bila tekanan oli tidak naik pada saat mesin di jalankan. Atau tekanan oli melemah pada saat mesin sedang hidup. Melalui switch inilah kemudian panel akan mematikan mesin dengan menutup sistem fuel pada mesin tersebut.
6. Water temperature sender
Berfungsi untuk mendeteksi suhu air pendingin pada mesin. Alat ini kemudian di hubungkan dengan metering water temperatur pada panel. Suhu air pendingin harus selalu di amat amati. Suhu yang baik harus diantara 75 dan 85 derajat.
7. Water Temperatur Switch
Switch ini berfungsi untuk mematikan mesin apabila suhu air pendingin terlalui tinggi dari batas normal.